Rabu, 09 April 2014

BUDIDAYA TOMAT



Tomat (Lycopersicon sp. Mill.) termasuk sayuran buah dan banyak mengandung vitamin A, Vitamin C, dan sedikit vitamin B.
Beberapa jenis tomat yang biasa dibudidayakan oleh petani antara lain:
(1) tomat biasa (Lycopersicum commune) buahnya bulat pipih,lunak, bentuknya tidak teratur,
(2) tomat Apel (Lycopersicum pyriforme) buah bulat, kuat dan sedikit keras seperti
buah apel, tumbuh baik di dataran tinggi, dan
 (3) tomat kentang (Lycopersicum grandifolium) buah bulat, padat, lebih besar dari tomat apel, daun lebar agak rimbun.
Tomat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Waktu tanam yang baik 2 bulan sebelum musim hujan berakhir dan awal musim kemarau. Tomat menghendaki tanah gembur, kaya humus dan subur serta drainase baik dan tidak menggenang. pH 5-7. Curah
hujan optimal 100-220 mm/bulan. Temperatur optimum adalah 24ºC(siang hari) dan 15º C - 20º C (malam hari).

TEKNOLOGI BUDIDAYA

Benih
Perbanyakan benih tomat secara generatif (biji). Kebutuhan benih tergantung pada varietas dan jarak tanam dengan kisaran antara 150-300 gr/ha. Benih disiapkan dengan cara: pilih buah tomat yang sehat dan matang penuh, lalu diperam 3 hari sampai berwarna merah gelap dan lunak.

Keluarkan biji bersama lendirnya; fermentasi biji 3 hari sampai lendir dan airnya terpisah dari biji; dicuci dan dijemur selama 3 hari atau kadar airnya 6%.

Pesemaian
Benih disemai pada persemaian (bedengan/kantong plastik/polybag). Sebelum disemai, benih direndam dalam larutan PrevikurN (0,1%) selama ± 2 jam, kemudian dikeringkan. Benih disebarmerata pada bedengan/tempat penyemaian dengan media tanahdan pupuk organik 1: 1, lalu ditutup dengan daun pisang selama 2-3hari. Bedengan persemaian diberi naungan/atap dari screen/kassa plastik transparan. Kemudian persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari OPT. Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan kedalam bumbunan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk organik steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam dilapangan setelah berumru 3-4 minggu atau sudah memiliki 4-5 helai daun.

Pengolahan Tanah dan Penanaman
Olah tanah dan buat bedengan arah Timur-Barat dengan ukuran lebar 100-120 cm, panjang sesuai petakan maksimum 15 m untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, tinggi 30-40 cmdan jarak antara bedengan 20-30 cm. Gunakan pupuk organic sebanyak
0,5-1 kg untuk setiap lubang. Diamkan lahan selama 1 minggu. Jarak tanam 50x70 cm atau 70x80 cm tergantung  varietas. Penanaman dilakukan sore hari, setelah itu diberi penutup dari daun-daunan/pelepah pisang, lalu dibuka penutup setelah 4-5  hari. Tiap bedengan berisi 2 baris tanaman.
Pengolahan Tanah dan Penanaman
Olah tanah dan buat bedengan arah Timur-Barat dengan ukuran lebar 100-120 cm, panjang sesuai petakan maksimum 15 m untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, tinggi 30-40 cm dan jarak antara bedengan 20-30 cm. Gunakan pupuk organik sebanyak 0,5-1 kg untuk setiap lubang. Diamkan lahan selama 1 minggu. Jarak tanam 50x70 cm atau 70x80 cm tergantung varietas. Penanaman dilakukan sore hari, setelah itu diberi penutup dari daun-daunan/pelepah pisang, lalu dibuka penutup setelah 4-5 hari. Tiap bedengan berisi 2 baris tanaman.
Pemeliharaan

Berikan pupuk dasar saat tanam, yaitu SP-36 100 kg dan KCL 50 kg/ha dan pupuk organik 2-4 kg/m2. Pupuk susulan I diberikan 14 HST (Hari Setelah Tanam) (75 kg urea) dan pupuk susulan II diberikan 35 HST (75 kg urea). Pupuk diberikan di sekeliling tanaman dengan jarak 5 cm dari tanaman, setelah pemupukan ditutup dengan tanah setebal 1-2 cm. Siram setiap hari. Pada saat berbunga siram 2 hari sekali hingga berbuah.

Penyiangan setelah pemupukan atau tergantung pada pertumbuhan gulma. 3-4 minggu setelah tanam diberi ajir/lanjaran untuk menopang tanaman.
Lakukan pemangkasan setelah umur 4-6 minggu. Tomat yang telah mempunyai lima dompolan buah harus dipotong pucuk batang dan tunas-tunasnya. Tinggalkan 2-3 tunas yang berada di samping/sebelah bawah dompolan.

Hama dan Penyakit Utama

Hama

1. Hama yang sering menyerang tanaman tomat yaitu: Heliothis armigera (buah menjadi busuk dan rontok, juga menyerang pucuk cabang);
2. Agrotis epsilon (daun tinggal rangkanya);
3. Thrips spp (daun bergaris kecil berwarna perak dan layu)
4. Nematoda (Meloidogyna sp.) menyerang akar tanaman sehingga berbinti-bintil.


Penyakit

Penyakit yang sering menyerang tanaman tomat antara lain:
(1) Phytoptora infestans (bercak daun pada ujung dan pinggir daun sebelah bawah yang meluas keseluruh daun),

(2) Fusarium oxysporum (tulang daun menguning dan tangkai
      merunduk, tanaman kerdil, buah terbentuk tetapi kecil-kecil);
(3) Pseudomonas solanacearum (kelayuan dimulai dari bagian pucuk dan merambat keseluruh bagian tanaman, batang menjadi lembek). Kalau terpaksa menggunakan pestisida, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi,
      pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan

Panen dan Pasca Panen
Panen dan petik buah pertama setelah umur 2-3 bulan. Panen dapat dilakukan antara 10-15 kali pemetikan buah dengan interval waktu 2-3 hari sekali. Buah yang siap dipanen adalah yang sudah matang 30%. Total buah yang dapat dipanen dalam satu batang mencapai 1-2 kg. Untuk pengangkutan ketempat yang jauh, buah tomat dapat dikemas dalam peti-peti kayu, tiap peti berisikan 20-30 kg buah tomat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar